Langsung ke konten utama

Kuliner Surabaya - Rujak Cingur Ahmad Jais


#389
Kuliner Surabaya
RUJAK CINGUR AHMAD JAIS
Jl. Ahmad Jais No. 40 Surabaya
Telp.: 031-532844
3

Rumahnya ibarat ruko tua, tidak ada goresan pena apapun di depannya. Tapi jajaran dingklik di dalamnya tampak dipadati oleh orang-orang, sementara sebagian bangun di bersahabat etalase dimana tampak ada dua orang ibu yang tengah meracik sesuatu. Ibu yang tampak lebih bau tanah mengulek bumbu di dalam cobek yang besar, sedang yang lebih muda tengah memotong cingur, alias bab moncong dari sapi. Ketika saya tiba mendekat, sang ibu muda berujar, "Tunggu dulu ya, masih agak lama. Ini ada empat pesanan lagi". Orang yang tiba sesudah saya pun disapa dengan nada serupa, "Sekitar setengah jam lagi nunggu gak papa? Ini masih ngantri". Itulah suasana sekilas dikala untuk pertama kalinya saya mengunjungi salah satu ikon makanan Surabaya yang legendaris: Rujak Cingur Ahmad Jais. Rujak cingur ialah makanan khas Surabaya yang memakai cingur sebagai salah satu bahannya, disamping aneka sayuran dan buah-buahan ibarat kangkung, toge, bengkuang dan mentimun. Potongan tahu goreng dan tempe kering juga tampak terselip di antaranya sebelum diguyur dengan bumbu rujak berwarna hitam pekat olahan kacang dan bumbu petis yang beraroma khas, hasil ulekan Ny. Ng Giok Tjoe yang sudah mulai berjualan rujak cingur ini semenjak tahun 70an. Lalu apa yang menciptakan istimewa dari Rujak Cingur Ahmad Jais ini sehingga mampu bertahan hingga puluhan tahun?

Yang pertama terang bumbunya, harum petisnya sudah menarik hati indera penciuman. Dan pada suapan pertama, indera lidah pun dimanjakan dengan paduan rasa asam, anggun dan sedikit cubitan rasa pedas yang menemani segarnya aneka sayuran dan buah, plus uniknya aroma petis yang menjadi bintang film utama di bumbunya. Tapi yang paling utama tentunya ialah suguhan cingurnya. Daging cingurnya berlimpah, higienis tanpa busuk wangi dengan kekenyalan yang pas, tidak alot pun tidaklah terlalu lunak. Satu porsi yang tersaji di Rujak Cingur Ahmad Jais ini juga sangatlah berlimpah, cukuplah untuk berdua kecuali dikala perut tengah keroncongan. Untuk hidangan yang Istimewa ini, harganya juga sangat sepesial. Enam puluh ribu rupiah untuk satu porsinya, dua hingga tiga kali lipat dibanding harga rujak cingur di kawasan lain. Tapi hebatnya, harga yang selangit ini tidak menyurutkan pelanggan untuk tetap antri menikmati makanan khas legendaris dari kota Pahlawan ini.

Untuk minumnya coba minuman khas di kawasan ini: Sari Dele atau Cingcau Hitam. Minuman yang disajikan masbodoh ini menyegarkan tenggorokan di tengah udara kota Surabaya yang panas. Sari dele ini serupa dengan susu kedelai yang mempunyai cita rasa yang khas. Cingcaunya juga layak diadu.

Yang berguru ilmu pemasaran tentu mengenal istilah Marketing Mix 4P yang menjadi salah satu kunci sukses pemasaran suatu usaha. 4P itu ialah Product, Price, Place dan Promotion. Tapi di Rujak Cingur Ahmad Jais ini ilmu itu tidak berlaku selain P yang pertama. Produk alias rujak cingurnya memang juara, tapi harganya sangat mahal jauh di atas harga pasaran yang mempunyai produk hampir serupa, tempatnya juga tidak terlalu strategis alasannya ialah terletak di depan jalan yang tidak terlalu besar. Untuk promosi, bahkan sekedar plang nama di depan kedainya pun tidak ada hehehe, bahkan namanya pun hanya diambil dari nama ruas jalan kawasan kedai itu berada. Konsistensi menjaga kualitas memang menjadi kunci yang menciptakan perjuangan ini tetap bertahan dan menjadi top of mind Rujak Cingur di Surabaya. Photo jajaran selebritis dan pejabat yang tergantung di dinding menjadi salah satu bukti bahwa Rujak Cingur Ahmad Jais ini harus anda jadikan destinasi wisata makanan jikalau berkunjung ke kota Surabaya.


Peta dan Alamat Rujak Cingur Ahmad Jais:
Jl. Ahmad Jais No. 40 Surabaya
Koordinat GPS: -7.25544,112.7402


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliner Cirebon - Nasi Jamblang Ibu Nur

#326 Nasi Jamblang Ibu Nur Jl. Cangkring II No. 34 Cirebon Dahulu konon Nasi Jamblang merupakan santapan para pekerja garang dan buruh di zaman penjajahan belanda, tapi sekarang Nasi Jamblang menjadi salah satu ikon kuliner bagi kota Cirebon yang dijajakan di banyak tempat. Salah satu penjual Nasi Jamblang yang kondang di kota ini adalah Nasi Jamblang Ibu Nur . Kita diberi sebuah piring beralaskan daun jati (ciri khas dari sajian nasi jamblang), yang pertama akan diisi dengan nasi berukuran kecil (seperti nasi kucing di Jogja). Kemudian kita sanggup menentukan aneka lauk yang disajikan secara prasmanan. Lauk yang aku comot pada kesempatan ini, dan juga hasil rekomendasi dari salah satu pakar kuliner yang juga "putra daerah" Koh Jeffry Sie , adalah: Cumi saus hitam, Otak Sapi Goreng, Perkedel Kentang Kering, Sate Kentang dan Pepes Telur Asin . Butuh usaha yang cukup berat memang untuk menghabiskan pilihan aku yang "serakah" ini, tapi memang setiap lauk memper...

Kuliner Surabaya - Soto Cak Har

#269 Soto Lamongan "CAK HAR" Jl. Dr. Ir. H. Soekarno (MER II) Telp.: 0821 42170205 Surabaya Soto memang menjadi kuliner Indonesia yang mempunyai keragaman yang kaya. Banyak tempat mempunyai soto khasnya dengan cita rasa yang berbeda. Kalo di Jawa Timur, Soto Lamongan menjadi salah satu jawara yang merambah ke banyak kota di Indonesia. Di Surabaya ada Soto Lamongan yang kondang, Soto Lamongan "Cak Har" namanya. Saya diajak mas Frenavit yang mengiming-imingi kedahsyatan soto ini. Mari kita buktikan, aku pesan satu soto campur. Eh bentar dulu, ternyata walaupun hanya soto ayam, isi soto ini dapat kita pesan secara "customize", mau bab dada, paha, kulit, jeroan atau bahkan brutu. Selain itu kita juga dapat pesan sajian tambahan, contohnya ceker ayam, kulit, dan juga balungan alias tulang belulang. Bagaimana dengan sotonya? Pertama aku terkaget dengan kecepatan munculnya pesanan di meja, kurang dari 5 menit! Kedua, berbeda dengan soto lamongan lainnya...

Kuliner Bekasi - Sop Janda, Cikarang

#385 Kuliner Bekasi SOP JANDA Jalan Raya Industri No. 183B, Pasir Gombong - Cikarang Telp: (021) 8983015 Namanya memang memancing rasa penasaran, Sop Janda . Tapi janda disini ternyata yaitu abreviasi dari Jawa-Sunda, ya memang katanya racikan sajian di tempat makan yang satu ini yaitu paduan dari citarasa jawa dan sunda. Entah benar atau tidak. Tapi yang terang Sop Janda yang berada di daerah Jababeka Cikarang ini menghadirkan sajian utama sop yang berbeda. Perbedaan pertama tampak saat kita memesan, sang pramusaji eksklusif menanyakan tingkat kepedasan yang diinginkan, dan hanya dua pilihan yang ia ucapkan: sedang atau pedas. Saya memesan Sop Kaki Janda dengan tingkat kepedasan sedang, harganya satu porsi 55ribu. Terasa mahal tapi ternyata yang hadir semangkuk besar sop dengan serpihan kaki sapi yang berlimpah. Ini sih dimakan berdua juga belum tentu habis. Tidak hanya daging, tampak juga cabai rawit yang berlimpah di dalam kuah sop ini. Inilah kunci kesejukan kuah sop ini ...