#321
Sarapan hingga Makan Malam di Pekalongan
Bulan Mei 2014 lalu, aku berkesempatan mengnjungi Kota Pekalongan sebuah kota di pesisir utara Jawa Tengah yang juga populer atas keragaman kulinernya. Hanya punya waktu satu hari di kota yang populer sebagai kota Batik ini, aku diajak dan direkomendasikan oleh mas @TriazArditya untuk merasakan makanan-makanan khas di Pekalongan ini mulai dari sarapan, makan siang dan makan malam. Dimana sajakah itu? Yuk tengok satu satu:
Sarapan hingga Makan Malam di Pekalongan
Bulan Mei 2014 lalu, aku berkesempatan mengnjungi Kota Pekalongan sebuah kota di pesisir utara Jawa Tengah yang juga populer atas keragaman kulinernya. Hanya punya waktu satu hari di kota yang populer sebagai kota Batik ini, aku diajak dan direkomendasikan oleh mas @TriazArditya untuk merasakan makanan-makanan khas di Pekalongan ini mulai dari sarapan, makan siang dan makan malam. Dimana sajakah itu? Yuk tengok satu satu:
1. Sarapan
Garang Asem H. Masduki yang berada di Kompleks Travel daerah Alun-Alun Pekalongan. Berbeda dengan kasar asem di daerah Jogja, kasar asem di Pekalongan ini lebih ibarat sop asam-asam. Potongan daging sapi dan telur pindang rebus dalam kuah asam segar, dengan bagian tomat dan cabai rawit di dalamnya yang memperkaya aroma kuah kasar asem ini. Untuk nasi diberi ajuan apakah akan mengunakan nasi putih biasa atau nasi megono. Nasi Megono ini memang menjadi masakan khas Pekalongan. Megono terbuat dari materi dasar nangka muda atau gori yang dicincang kasar dan dicampur dengan parutan kelapa ibarat urap. Sedikit rasa pedas dan kencur menyeruak dari megono yang paling cocok disantap bersama nasi panas ini.
2. Makan Siang
Soto Tauto Pak H. Rochmani yang berlokasi di daerah Pasar Sayun, hanya berjarak sekitar 100m dari Setasiun Pekalongan. Soto Tauto ini tidak jauh berbeda dengan soto lainnya di banyak sekali kota di Indonesia. Pembeda utamanya hanya satu: Tauco. Ya, tauto memang memakai tauco di dalm kuah sotonya, sehingga membuat cita rasa asam nan segar khas Tauco berpadu bagus dengan isi kuah sotonya yang terdiri dari bagian daging sapi, bihun dan bawang daun. Jangan lupa tambahkan sambal agar makan siang kita semakin berkeringat...
3. Makan Malam
Ayam Karang Minanci di RM Panderasa. Konon resep Ayam Karang Minanci ini merupakan resep hasil asimilasi cita rasa yang dibawa oleh para pedagang Arab dan India yang berpadu dengan budaya lokal. Ayam yang di"ungkep" dengan aneka rempah-rempah dimasak dalam kuali dengan memakai berbahan bakar kayu dan dimasak semalaman membuat Ayam yang disajikan sangat empuk dan bumbu yang meresap hingga ke tulang. Ibu Martha, sang pewaris resep Ayam Karang Minanci, masih turun pribadi untuk memasak sajian ini. Buat saya, sajian ini juara banget dan wajib dikunjungi kalau berkunjung ke Pekalongan.
4. Kopi
Kopi Tahlil. Budaya Arab memang lekat dengan kota Pekalongan. Kopi Tahlil merupakan kopi yang awalnya digunakan untuk suguhan orang diacara tahlilan atau dikala peringatan orang meninggal kalau orang Islam. Lambat laun kopi tahlil dijadikan ikon masakan malam di kota Pekalongan. Kopi ini bukan sembarang kopi, terdapat bermacam-macam rempah-rempah yang diracik dan diseduh dalam kopi. Sebut saja: jahe, cengkeh, kayu manis, pandan, kapulaga, batang serai dan pala (sumber: ). Kalau mau Kopi susu, bisa juga ditambah susu kental manis. Rasanya memang aduhai, aroma kopi yang bercampur aneka rempah tersebut memang menunjukkan sensasi yang sulit dijumpai di tempat lain, dan katanya, kopi tahlil ini juga sanggup meningkatkan vitalitas tubuh. Ingin mencoba?
Demikian pengalaman sehari aku masakan di Pekalongan. Masih banyak tentunya kuliner Pekalongan yang belum sempat terkunjungi, mudah-mudahan ada waktu dan kesempatan di lain hari.
Demikian pengalaman sehari aku masakan di Pekalongan. Masih banyak tentunya kuliner Pekalongan yang belum sempat terkunjungi, mudah-mudahan ada waktu dan kesempatan di lain hari.
Komentar
Posting Komentar