
#358
Kuliner Medan
TIP TOP RESTAURANT
Jalan Jend. A. Yani No. 92 Medan
Telp: 061 - 4532042 / 4514442
Jika berbicara kuliner di Kota Medan, maka spot yang satu ini dihentikan dilewatkan: Restaurant Tip Top. Inilah rumah makan legenda yang sudah bangkit semenjak zaman Belanda. Salah satu signature dari rumah makan ini yaitu aneka sajian ice cream-nya yang merupakan produksi rumahan. Aneka es krim yang tersaji di sini memang menggugah selera, es krim dengan resep yang sudah diwariskan turun temurun semenjak awal resto ini berdiri, dan menjadi favorit orang-orang Eropa jaman dulu yang selalu merasa gerah di kota Medan ini. Buka dari jam 9 pagi hingga 10 malam, menciptakan kita punya banyak pilihan waktu untuk menikmati hidangan di sini.
Selat Solo, akan tetapi dengan saus yang lebih kental. Harga satu porsi Bistik Lidah Sapi ini cukup mahal, Rp. 65.000,-, mungkin sebab kita tidak hanya membayar makanannya tapi juga suasana tempo doeloe yang dihadirkan di rumah makan ini.
Berdasarkan keterangan yang tertulis pada buku menunya, Tip Top Restaurant awalnya bangkit dengan nama Jangkie pada tahun 1929 di Jalan Pandu, Medan. Ketika itu resto Jangkie menjual camilan anggun dan roti olahan sendiri. Baru di tahun 1934, resto ini pindah ke Jl Ahmad Yani dan mengubah namanya menjadi Tip Top yang bermakna "Prima" atau "Sempurna". Setelah pindah inilah, Tip Top mulai mnambah menu, tidak lagi hanya menjual roti dan kue, tapi juga menyediakan sajian lainnya seperti: steak ayam, steak lidah, salad, omelet, bitterballen, pancake, nasi goreng, cap-cay, fouyonghai, gado-gado, kari kambing, roti bakar dan lain-lain. Serta tak lupa es krimnya yang melegenda. Pada masa itu, umumnya pelanggan restoran Tip Top yaitu orang Belanda yang bekerja di episode manajemen dan pegawai perkebunan. Saat ini Restaurant Tip Top dikelola oleh generasi ketiga, dan masih banyak orang bau tanah yang tiba ke daerah ini untuk bernostalgia. Kini Tip Top terhimpit di antara gedung-gedung bau tanah yang sudah mulai terancam keberadaannya. Suasana sekeliling terus berubah dan Tip Top sebagai porosnya dengan suasana oldies yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Properti ruangan ibarat meja, dingklik dan piano masih digunakan, peralatan masak yang sudah bau tanah pun tetap digunakan hingga kini.
Kaprikornus jangan lewatkan untuk menikmati suasana "Belanda" sambil menikmati hidangan "tempo doeloe" di Restaurant Tip Top ini jikalau tengah berkunjung ke kota Medan.
Berdasarkan keterangan yang tertulis pada buku menunya, Tip Top Restaurant awalnya bangkit dengan nama Jangkie pada tahun 1929 di Jalan Pandu, Medan. Ketika itu resto Jangkie menjual camilan anggun dan roti olahan sendiri. Baru di tahun 1934, resto ini pindah ke Jl Ahmad Yani dan mengubah namanya menjadi Tip Top yang bermakna "Prima" atau "Sempurna". Setelah pindah inilah, Tip Top mulai mnambah menu, tidak lagi hanya menjual roti dan kue, tapi juga menyediakan sajian lainnya seperti: steak ayam, steak lidah, salad, omelet, bitterballen, pancake, nasi goreng, cap-cay, fouyonghai, gado-gado, kari kambing, roti bakar dan lain-lain. Serta tak lupa es krimnya yang melegenda. Pada masa itu, umumnya pelanggan restoran Tip Top yaitu orang Belanda yang bekerja di episode manajemen dan pegawai perkebunan. Saat ini Restaurant Tip Top dikelola oleh generasi ketiga, dan masih banyak orang bau tanah yang tiba ke daerah ini untuk bernostalgia. Kini Tip Top terhimpit di antara gedung-gedung bau tanah yang sudah mulai terancam keberadaannya. Suasana sekeliling terus berubah dan Tip Top sebagai porosnya dengan suasana oldies yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Properti ruangan ibarat meja, dingklik dan piano masih digunakan, peralatan masak yang sudah bau tanah pun tetap digunakan hingga kini.
Kaprikornus jangan lewatkan untuk menikmati suasana "Belanda" sambil menikmati hidangan "tempo doeloe" di Restaurant Tip Top ini jikalau tengah berkunjung ke kota Medan.

Komentar
Posting Komentar