Langsung ke konten utama

Kuliner Bogor - Sate H. Ismail


#368
Kuliner Bogor
Sate H. Ismail
Jl. Ceremai Kios 9-10, Taman Kencana - BOGOR
Telp: 0856 97080700


Ketika Presiden Jokowi memutuskan untuk "berkantor" di Istana Bogor, mengundang banyak masyarakat dan media mengarahkan matanya ke salah satu istana kepresidenan yang populer dengan kawanan rusanya ini. Salah satu yang menjadi topik adalah, apakah jamuan yang disajikan kepada para tamu di istana Bogor ini. Sebuah koran harian nasional di salah satu edisinya menghadirkan goresan pena ringannya menyebutkan bahwa salah satu menu yang disiapkan untuk para tamu di Istana Bogor yakni sate yang didatangkan dari penjaja sate yang berasal dari daerah Taman Kencana. Saya pribadi menebak, niscaya sate yang dipesan oleh istana ini yakni Sate H. Ismail, yang memang berjualan setiap harinya di daerah Taman Kencana. Untuk mengkonfirmasi hal tersebut, aku sempatkan untuk bersantap di sana sambil bertanya-tanya. "Betul pak, sate kita memang sering dipesan untuk Istana Bogor", aha... tebakan aku tidak salah. Sate H. Ismail memang sudah melegenda sebagai salah satu penjual sate madura di Bogor yang sudah memperabukan satenya semenjak tahun 60an. Apa yang menjadi keunggulan dari Sate H. Ismail ini sehingga sanggup bertahan selama itu?

Sate yang disediakan di sini, ibarat umumnya para penjual sate lainnya, yakni Sate Kambing dan Sate Ayam. Sate kambingnya disajikan dengan bumbu kecap yang tersaji dengan kepingan tomat, bawang merah dan cabai rawit. Tanpa bumbupun kita akan mencicipi aroma legit dari kecap yang meresap ke dalam setiap serat dagingnya. Tak perlu perjuangan keras untuk sanggup melepaskan satu persatu kepingan daging kambing dari tusukannya. Cita rasa dan kelembutan daging kambing ini yang menciptakan banyak pelanggannya sulit untuk berpaling. Setiap tusuk Sate Kambing H Ismail disajikan tanpa lemak, tapi kadang terselip ati. Nikmati bersama sepiring nasi hangat dan acar, beressss... Satu porsi, yang berisi 10 tusuk, sate kambing di tempat ini cukup ditebus dengan harga Rp. 26.000.

Sate Ayam H. Ismail juga tak kalah istimewa, berisi kepingan daging ayam tanpa lemak, sate ayam ini diguyur dengan bumbu kacang cantik dan taburan bawang goreng. Olahan sate ayam ini juga menghasilkan menu yang bikin ketagihan, daging ayam yang dipakai tampak telah diseleksi dengan baik menghasilkan kepingan sate dengan tekstur yang terjaga. Yang paling suka yakni olahan bumbu kacangnya, tidak bergairah juga tidak lembut, dengan rasa cantik dan timpalan aroma gurih khas kacang tanah. Untuk satu porsi sate ayam berisi 10 tusuk kita cukup menebusnya dengan harga Rp. 16.000 saja.

"Abah sih udah jualan semenjak tahun 65, tapi dulu awalnya jualan keliling. Baru tahun 70 menempati tempat yang kini ini, di daerah Taman Kencana" begitu tutur penerusnya yang tengah melayani pelanggan di balik meja kasir. Tak heran kalau Sate H. Ismail ini juga lebih banyak dikenal oleh orang Bogor dengan sebutan Sate Taman Kencana. Jadi, kalau dihitung-hitung H. Ismail sudah berjualan sate selama setengah abad! Dan hingga kini Abah, begitu biasa H. Ismail dipanggil, masih sering turun membantu melayani pelanggan di kiosnya. Bahkan nomer hapenya pun dipajang buat orang yang mau memesan sate via telepon. Sebuah totalitas sejati dari seorang legenda kuliner. Tak salah kalau Istana Bogor menghadirkan Sate H. Ismail ini sebagai sebuah jamuan istana. Makara kalau ingin tahu lezatnya sate yang disajikan di Istana Bogor, tiba saja ke kedai kecil ini di daerah Taman Kencana untuk menikmatinya.

Peta Lokasi / Alamat Sate H. Ismail (Taman Kencana)


Yuk berburu Kuliner di Kota Bogor lainnya di sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliner Cirebon - Nasi Jamblang Ibu Nur

#326 Nasi Jamblang Ibu Nur Jl. Cangkring II No. 34 Cirebon Dahulu konon Nasi Jamblang merupakan santapan para pekerja garang dan buruh di zaman penjajahan belanda, tapi sekarang Nasi Jamblang menjadi salah satu ikon kuliner bagi kota Cirebon yang dijajakan di banyak tempat. Salah satu penjual Nasi Jamblang yang kondang di kota ini adalah Nasi Jamblang Ibu Nur . Kita diberi sebuah piring beralaskan daun jati (ciri khas dari sajian nasi jamblang), yang pertama akan diisi dengan nasi berukuran kecil (seperti nasi kucing di Jogja). Kemudian kita sanggup menentukan aneka lauk yang disajikan secara prasmanan. Lauk yang aku comot pada kesempatan ini, dan juga hasil rekomendasi dari salah satu pakar kuliner yang juga "putra daerah" Koh Jeffry Sie , adalah: Cumi saus hitam, Otak Sapi Goreng, Perkedel Kentang Kering, Sate Kentang dan Pepes Telur Asin . Butuh usaha yang cukup berat memang untuk menghabiskan pilihan aku yang "serakah" ini, tapi memang setiap lauk memper...

Kuliner Surabaya - Soto Cak Har

#269 Soto Lamongan "CAK HAR" Jl. Dr. Ir. H. Soekarno (MER II) Telp.: 0821 42170205 Surabaya Soto memang menjadi kuliner Indonesia yang mempunyai keragaman yang kaya. Banyak tempat mempunyai soto khasnya dengan cita rasa yang berbeda. Kalo di Jawa Timur, Soto Lamongan menjadi salah satu jawara yang merambah ke banyak kota di Indonesia. Di Surabaya ada Soto Lamongan yang kondang, Soto Lamongan "Cak Har" namanya. Saya diajak mas Frenavit yang mengiming-imingi kedahsyatan soto ini. Mari kita buktikan, aku pesan satu soto campur. Eh bentar dulu, ternyata walaupun hanya soto ayam, isi soto ini dapat kita pesan secara "customize", mau bab dada, paha, kulit, jeroan atau bahkan brutu. Selain itu kita juga dapat pesan sajian tambahan, contohnya ceker ayam, kulit, dan juga balungan alias tulang belulang. Bagaimana dengan sotonya? Pertama aku terkaget dengan kecepatan munculnya pesanan di meja, kurang dari 5 menit! Kedua, berbeda dengan soto lamongan lainnya...

Kuliner Bekasi - Sop Janda, Cikarang

#385 Kuliner Bekasi SOP JANDA Jalan Raya Industri No. 183B, Pasir Gombong - Cikarang Telp: (021) 8983015 Namanya memang memancing rasa penasaran, Sop Janda . Tapi janda disini ternyata yaitu abreviasi dari Jawa-Sunda, ya memang katanya racikan sajian di tempat makan yang satu ini yaitu paduan dari citarasa jawa dan sunda. Entah benar atau tidak. Tapi yang terang Sop Janda yang berada di daerah Jababeka Cikarang ini menghadirkan sajian utama sop yang berbeda. Perbedaan pertama tampak saat kita memesan, sang pramusaji eksklusif menanyakan tingkat kepedasan yang diinginkan, dan hanya dua pilihan yang ia ucapkan: sedang atau pedas. Saya memesan Sop Kaki Janda dengan tingkat kepedasan sedang, harganya satu porsi 55ribu. Terasa mahal tapi ternyata yang hadir semangkuk besar sop dengan serpihan kaki sapi yang berlimpah. Ini sih dimakan berdua juga belum tentu habis. Tidak hanya daging, tampak juga cabai rawit yang berlimpah di dalam kuah sop ini. Inilah kunci kesejukan kuah sop ini ...