
#392
Kuliner Bandung
SATE ANGGREK H. AHMAD NAWAWI
Jl. Anggrek (Perempatan dengan Jl. RE Martadinata/Riau) - Bandung
Kepulan asap membumbung di sudut Jl. Anggrek kota Bandung, membawa aroma daging terbakar ke udara kota kembang yang sejuk di sore itu. Di kaki lima sudut jalan itu tampak tiga - empat orang tengah mengipasi bakaran sate, dengan ratusan tusuk sate di atasnya. Beberapa pengunjung bangkit menanti pesanannya untuk dibawa pulang, sementara sebagian yang lain duduk di meja-meja sederhana siap menunggu sate yang akan disantap. Itulah suasana di Sate Anggrek H. Ahmad Nawawi yang hampir terjadi setiap sorenya. Sejak buka sekitar pukul setengah 4 sore, para pelanggan sudah menyerbu tukang sate yang memang sudah melegenda ini. Asap mengepul seolah tanpa henti di kedai kaki lima ini, memperabukan puluhan bahkan ratusan tusuk sate dalam sekali waktu dan menghabiskan ribuan tusuk sate setiap harinya. Bahkan dikala aku berkunjung ke sana, tampak dua orang berkulit putih alias bule sedang menikmati sajian sate ayam di daerah ini. Apa yang bergotong-royong menjadi daya tarik dari sate anggrek ini?
Yang pertama terang murah, harga satu porsi alias sepuluh tusuk dari sate ini hanya berkisar belasan ribu rupiah saja. Harga murah dari sate ini memang sudah populer semenjak lama, bahkan dulu kedai sate ini juga mengusung nama Sate Mirah yang berarti murah dalam bahasa Sunda. Yang kedua, enak. Harga murah bila tidak disandingkan dengan kualitas yang memadai tentunya tidak akan sanggup menarik dan mempertahankan pelanggan. Sate Anggrek walaupun menyediakan sate dengan harga terjangkau, tapi tetap mempertahankan kualitas daging dan bumbu olahannya. Dan yang ketiga ialah cepat. Di sini sate dibakar dalam jumlah banyak sekaligus, sehingga bila ada yang memesan sudah pribadi siap saji. Loh nanti satenya keburu cuek dong? Nah ini hal yang unik lainnya yang sanggup ketemukan di sini, ada sebuah kuali besar berisikan bumbu kacang selalu berada di atas tungku berbahan bakar arang yang selalu menyala menghangatkan bumbu kacang ini. Sehingga walaupun terkadang satenya sudah tidak hangat, tapi bumbunya terjaga supaya selalu hangat supaya tidak mengurangi kenikmatan makan kita.
Sate Maulana Yusuf, Sate Pak Gino, Sate HM Harris ataupun Sate Hadori, yang memang juga memasang harga jauh di atasnya. Akan tetapi Sate Anggrek tetap mempunyai daerah tersendiri di hati, pengecap dan tentunya dompet warga di kota Bandung.
Peta dan Alamat Sate Anggrek Bandung:
Jl Anggrek (Perempatan Jl Anggrek dan Jl RE Martadinata/Riau)
Koordinat GPS: -6.91264, 107.62865
Peta dan Alamat Sate Anggrek Bandung:
Jl Anggrek (Perempatan Jl Anggrek dan Jl RE Martadinata/Riau)
Koordinat GPS: -6.91264, 107.62865



Komentar
Posting Komentar