
#308
Mie Linggarjati
Jl. Balong Gede No. 1 (Samping ex Dian Theater - Alun-Alun)
Bandung
Bandung memang dipenuhi penjaja kuliner legendaris yang sudah memulai usahanya puluhan tahun yang lalu. Tak terkecuali di daerah ini, Mie Linggarjati. Menurut sang empunya, daerah ini sudah mulai berjualan kuliner (dulunya Rumah makan) semenjak tahun 1950. Ini berarti sudah bertahan selama 60 tahun! Apa sih yang menjadi keistimewaan daerah ini? Yamin Manis Baso Babat menjadi pilihan hidangan utama saya. Biasanya aku bukanlah penikmat mie, tapi penggemar baso. Disini keadaan terbalik, aku benar-benar menikmati setiap helai mie yang tersaji di atas mangkok, entah mengapa aroma gurih dan anggun dari yamin anggun yang ditaburi suwiran daging ayam halus ini begitu pas dengan pengecap saya, jarang-jarang. Sementara itu baso yang disajikan di mangkok terpisah bersama kuah sendiri tidak terasa istimewa bagi saya. Tapi babatnya baiklah loh, empuk dan tidak liat. Kaprikornus buat saya, magnet utama daerah ini ada di Yaminnya. Harganya relatif mahal untuk ukuran mie baso, satu porsi yamin anggun baso tebang ini dihargai sekitar 35rb rupiah. Tapi puas lah...
Atas rekomendasi banyak orang juga aku terpengaruhi untuk memesan Es Alpukat. Katanya yummy banget. Saya berpikir, bukannya dimana-mana es alpukat ya gitu-gitu saja? Pertanyaan aku pribadi terjawab begitu suapan es pertama Es Alpukat itu hinggap di rongga mulut. Alpukat ini tidak disajikan dengan diblend halus tapi dihancurkan saja. Yang menciptakan istimewa dari minuman seharga 23ribu rupiah ini yaitu pemanisnya, koq dapat pas banget ya? Jujur, aku galau bagaimana mendeskripsikan cita rasa es alpukat ini, yang terang begitu memikat. Es Alpukat yang memikat :) Dan yang niscaya gak cuma enak, tapi yummy bingiiitttt....
![]() |
| Gambar diambil dari resepawon.com |
Mencari daerah makan di Bandung lainnya? Coba cek daftar Kuliner Bandung ini...


Komentar
Posting Komentar