Langsung ke konten utama

Kuliner Bandung - Lontong Kari Kebon Karet


#406
Kuliner Bandung
Lontong Kari Kebon Karet
Gg. Kebon Karet - Jl. Otto Iskandar Dinata, Bandung


Ada satu sajian sarapan yang unik kalau kau lagi di Kota Bandung, namanya Lontong Kari. Kuliner Bandung yang satu ini belum penah aku temukan di kota lain. Walau namanya kari tapi rasanya cenderung ibarat gulai dengan kuah yang lebih ringan, berisi kepingan lontong yang umumnya ditemani dengan daging lemak (tetelan) sapi. Kita dapat menemukan penjaja lontong kari di banyak sekali sudut di kota kembang ini, baik yang mangkal maupun yang berkeliling dengan pikulan atau gerobak. Salah satu penjual lontong kari yang melegenda yaitu Lontong Kari Kebon Karet. Namanya diambil dari kawasan berjualannya yang berlokasi di Gg Kebon Karet, erat dengan kantor Gubernuran Jl. Otto Iskandar Dinata (Otista), sempurna di seberang Hotel Guntur. Apa sih yang menciptakan lontong kari kebun karet ini beda dan Istimewa dibanding lontong kari lainnya?

Dinding Lontong Kari Kebon Karet yang dipenuhi foto para pesohor negeri ini
Memang, lontong kari yang disajikan di sini agak berbeda dengan lontong kari kebanyakan, jikalau umumnya materi utama yang dipakai yaitu daging tetelan yang berlemak, Lontong Kari Kebon Karet memakai daging sengkel tanpa lemak dengan kuah yang lebih kental dan legit. Perbedaan lainnya, kita juga dapat temukan kentang rebus kecil, telur puyuh dan telur ayam dalam sajiannya, selain taburan kacang polong dan bawang goreng yang menyempurnakan salah satu legenda kuliner Bandung ini. Emping, jeruk limau dan kecap cantik menjadi pemanis plus tentunya sambal yang dapat kita bubuhkan. Semburat rasa cantik menyeruak dikala kita menyeruput kuahnya, berpadu dengan rasa gurih santan dan daging sapi. Lontong yang disajikan pun mempunyai kekenyalan yang pas, gak terlalu keras pun tak terlalu lembek. Semuanya itu terjaga kualitasnya sebab sang pengelola yang merupakan generasi kedua pendiri Lontong Kari Kebon Karet ini masih terus mengawasi kualitas produk secara langsung. Yup, kuliner yang satu ini memang layak disebut legenda sebab sudah berjualan semenjak tahun 1966, ibarat tertulis di daftar menunya. Mengutip artikel dari Kompas, Lontong Kari Kebon Karet dirintis H Engkos Kosasih dan Hj Eti Suryati pada tahun 1966. Awalnya, mereka berjualan di pinggir Jalan Otto Iskandardinata depan Gang Kebon Karet, tidak jauh dari kediaman resmi Gubernur Jawa Barat. Sekitar tahun 1999, mereka membeli sebuah rumah di Gang Kebon Karet. Selanjutnya, mereka berjualan di rumah itu hingga kini dan dikelola oleh anak-anaknya.

Gerbang Gang Kebon Karet, Lokasi Kedai Lontong Kebon Karet
Walau banyak yang menimbulkan Lontong Kari sebagai sajian sarapan, tapi Lontong Kari Kebon Karet ini buka dari pagi jam 7 hingga 8 malam, menciptakan kita punya opsi untuk menjadikannya sajian sarapan makan siang ataupun makan malam. Satu porsi Lontong Kari Spesial dapat ditebus dengan harga Rp. 22.000, sedangkan untuk sajian biasa harganya Rp. 20.000. Perbedannya hanya ada di telur ayam saja. Saat ini, lontong kari kebon karet juga membuka cabang di beberapa outlet The KiosK (Braga, Ciwalk, Dago dsb) dan Foodcourt Trans Studio Mall. Tapi buat saya, menyantap di kawasan aslinya memberi kesan yang lebih mendalam dibanding menyantapnya di outlet-outlet modern itu. Kamu gitu juga nggak?

Peta dan Alamat Lontong Kari Kebun Karet:
Gg. Kebon Karet - Jl. Otto Iskandar Dinata (seberang Hotel Guntur) Bandung
Koordinat GPS: -6.91404, 107.60503
Google Maps:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuliner Cirebon - Nasi Jamblang Ibu Nur

#326 Nasi Jamblang Ibu Nur Jl. Cangkring II No. 34 Cirebon Dahulu konon Nasi Jamblang merupakan santapan para pekerja garang dan buruh di zaman penjajahan belanda, tapi sekarang Nasi Jamblang menjadi salah satu ikon kuliner bagi kota Cirebon yang dijajakan di banyak tempat. Salah satu penjual Nasi Jamblang yang kondang di kota ini adalah Nasi Jamblang Ibu Nur . Kita diberi sebuah piring beralaskan daun jati (ciri khas dari sajian nasi jamblang), yang pertama akan diisi dengan nasi berukuran kecil (seperti nasi kucing di Jogja). Kemudian kita sanggup menentukan aneka lauk yang disajikan secara prasmanan. Lauk yang aku comot pada kesempatan ini, dan juga hasil rekomendasi dari salah satu pakar kuliner yang juga "putra daerah" Koh Jeffry Sie , adalah: Cumi saus hitam, Otak Sapi Goreng, Perkedel Kentang Kering, Sate Kentang dan Pepes Telur Asin . Butuh usaha yang cukup berat memang untuk menghabiskan pilihan aku yang "serakah" ini, tapi memang setiap lauk memper...

Kuliner Surabaya - Soto Cak Har

#269 Soto Lamongan "CAK HAR" Jl. Dr. Ir. H. Soekarno (MER II) Telp.: 0821 42170205 Surabaya Soto memang menjadi kuliner Indonesia yang mempunyai keragaman yang kaya. Banyak tempat mempunyai soto khasnya dengan cita rasa yang berbeda. Kalo di Jawa Timur, Soto Lamongan menjadi salah satu jawara yang merambah ke banyak kota di Indonesia. Di Surabaya ada Soto Lamongan yang kondang, Soto Lamongan "Cak Har" namanya. Saya diajak mas Frenavit yang mengiming-imingi kedahsyatan soto ini. Mari kita buktikan, aku pesan satu soto campur. Eh bentar dulu, ternyata walaupun hanya soto ayam, isi soto ini dapat kita pesan secara "customize", mau bab dada, paha, kulit, jeroan atau bahkan brutu. Selain itu kita juga dapat pesan sajian tambahan, contohnya ceker ayam, kulit, dan juga balungan alias tulang belulang. Bagaimana dengan sotonya? Pertama aku terkaget dengan kecepatan munculnya pesanan di meja, kurang dari 5 menit! Kedua, berbeda dengan soto lamongan lainnya...

Kuliner Bekasi - Sop Janda, Cikarang

#385 Kuliner Bekasi SOP JANDA Jalan Raya Industri No. 183B, Pasir Gombong - Cikarang Telp: (021) 8983015 Namanya memang memancing rasa penasaran, Sop Janda . Tapi janda disini ternyata yaitu abreviasi dari Jawa-Sunda, ya memang katanya racikan sajian di tempat makan yang satu ini yaitu paduan dari citarasa jawa dan sunda. Entah benar atau tidak. Tapi yang terang Sop Janda yang berada di daerah Jababeka Cikarang ini menghadirkan sajian utama sop yang berbeda. Perbedaan pertama tampak saat kita memesan, sang pramusaji eksklusif menanyakan tingkat kepedasan yang diinginkan, dan hanya dua pilihan yang ia ucapkan: sedang atau pedas. Saya memesan Sop Kaki Janda dengan tingkat kepedasan sedang, harganya satu porsi 55ribu. Terasa mahal tapi ternyata yang hadir semangkuk besar sop dengan serpihan kaki sapi yang berlimpah. Ini sih dimakan berdua juga belum tentu habis. Tidak hanya daging, tampak juga cabai rawit yang berlimpah di dalam kuah sop ini. Inilah kunci kesejukan kuah sop ini ...